ALIVE: Advancing Life through Integrity, Values, and Ethics

Bioetika membimbing praktik medis dengan mendasarkan keputusan klinis pada keadilan, otonomi, dan tanggung jawab moral, bukan hanya pada keahlian teknis semata. Seperti yang dicatat oleh Fins dalam History and Bioethics, bioetika berfungsi sebagai kompas reflektif yang membantu tenaga kesehatan memahami dampak sosial dan etis dari tindakan mereka. Celah etis masih terlihat jelas, misalnya dalam studi tahun 2023 tentang persetujuan terinformasi di Yogyakarta, yang melaporkan dokumentasi yang tidak lengkap dan perlindungan hak pasien yang kurang optimal. Bagi mahasiswa kedokteran, pendidikan bioetika sejak dini sangat penting untuk mengembangkan pemikiran etis dalam dilema seperti persetujuan dan alokasi sumber daya. Penilaian awal di Fakultas Kedokteran Universitas Jember menunjukkan pengetahuan yang baik (76%), sikap yang sangat baik (3,9/4), tetapi perilaku yang sangat buruk (1,9/4), dengan banyak mahasiswa yang tidak pernah mendiskusikan dilema etika dengan pembimbing. Untuk mendukung Hari Bioetika Dunia 2025, SCOPE CIMSA Universitas Jember akan menerapkan ALIVE, sehingga penilaian ini menjadi esensial untuk merencanakan intervensi yang efektif. 

Oleh karena itu, SCOPE CIMSA UNEJ mengadakan kegiatan bertajuk ALIVE (Advancing Life through Integrity, Values, and Ethics) untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa kedokteran tentang bioetika dan mempromosikan kesadaran etika dalam praktik kedokteran. ALIVE terdiri dari beberapa acara, termasuk pre-activity training, Bioethics Knowledge Rally, simulasi debat, siaran radio, dan kampanye media sosial.

Kegiatan ini dimulai dengan pre-activity training yang diadakan pada 7 November 2025, yang mencakup dua topik penting: an introduction to bioethics yang disampaikan oleh Darlene Ozora, NEO CIMSA-Indonesia, dan topik “external representation” yang dipaparkan oleh LEO CIMSA UNEJ, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan hingga 97%. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dasar peserta dan mempersiapkan mereka untuk diskusi etika yang akan datang. Acara utama berlangsung pada tanggal 8 November 2025 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dan dihadiri oleh anggota SCOPE CIMSA UNEJ serta newbies. Acara tersebut menampilkan Bioethics Knowledge Rally, diikuti oleh simulasi debat interaktif dengan tema “Organ Transplantation” Peserta mengeksplorasi dilema etika terkait alokasi organ, informed consent, otonomi, dan keadilan dalam kasus transplantasi. Untuk memperkaya kegiatan, Fauzan Pambudi, perwakilan NUDC 2025, diundang untuk berbagi pandangannya tentang argumen etika dan memberikan panduan selama simulasi debat. Selain itu, siaran radio dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang etika medis dan mendorong keterlibatan yang lebih luas dalam isu-isu bioetika. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan kampanye media sosial yang diunggah di akun Instagram CIMSA UNEJ.