Penyakit jantung koroner (PJK) atau biasanya disebut sebagai angin duduk merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan karena adanya penyempitan ataupun penyumbatan pembuluh darah koroner akibat disfungsi dinding pembuluh darah yang rusak membentuk plak (Aterosklerosis) sehingga menyebabkan pasokan darah yang menuju otot jantung berkurang. Salah satu bentuk PJK adalah sindroma koroner akut yang termasuk salah satu penyakit kegawatdaruratan dan segera harus ditangani.
Awal mulai PJK terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah akibat plak yang tumbuh karena kadar kolesterol yang relatif tinggi serta menumpuk dibagian dinding pembuluh darah dan akan mengganggu aliran darah serta merusak pembuluh darah.
Faktor risiko penyebab PJK:
WHO mengatakan bahwah penyakit jantung serta pembuluh darah menjadi penyebab kematian di dunia peringkat satu. 17,9 juta orang meninggal akibat PJK di tahun 2016 yakni 31% dari semua kematian global. Sedangkan, di Indonesia menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. WHO memprediksi terdapat kematian di tahun 2030 meningkat sebanyak 25 juta.
Pada pria relatif banyak ditemukan menderita PJK dibandingkan wanita. Namun wanita akan meningkat resikonya jika setelah mencapai menopause (50 tahun). Orang yang (>60 tahun) dinyatakan 20% laki-laki menderita PJK serta 12% ditemukan pada perempuan
Sindroma koroner akut merupakan sekumpulan gejala dari PJK yang paling umum ditandai dengan nyeri dada. Nyeri dada dibagi menjadi tipikal dan atipikal. Nyeri dada tipikal mengarah kepada sindroma koroner akut.
Nyeri dada tipikal seperti:
Sedangkan, nyeri dada atipikal belum pasti mengarah kepada sindroma koroner akut. namun, bisa mengarah pada sindroma koroner akut jika memiliki riwayat PJK sebelumnya. Nyeri dada atipikal sering dijumpai pada pasien wanita usia lanjut (75 tahun), penderita diabetes, gagal ginjal menahun, demensia.
Nyeri dada atipikal seperti:
Ada beberapa karakteristik nyeri yang tidak mengarah ke sindroma koroner akut atau bahasa awamnya angin duduk seperti:
Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika memang muncul keluhan seperti di atas. Dokter segera perlu menetapkan diagnosis kerja yang akan menjadi dasar strategi penanganan selanjutnya serta terapi awal yang bisa diberikan karena sindroma koroner akut termasuk penyakit gawat darurat. Terapi awal yang dimaksud seperti terapi yang dapat diberikan pada pasien yang kemungkinan terkena sindroma koroner akut atau tegak sindroma koroner akut, sebelum ada pemeriksaan rekam jantung. Terapi awal yang bisa diberikan seperti: