Pemenuhan hak-hak orang lanjut usia sangat penting untuk memastikan martabat, kemandirian, dan perlindungan mereka, termasuk dalam situasi bencana di mana mereka seringkali menjadi kelompok yang paling rentan. Penguatan hak-hak ini memerlukan pengetahuan yang memadai, sikap yang mendukung, dan perilaku kesiapsiagaan yang konkret. Sesuai dengan Human Rights Day dan International Day for Disaster Risk Reduction 2025, kami melakukan penilaian yang menunjukkan pengetahuan yang baik secara keseluruhan (80%) namun pemahaman yang terbatas tentang kesiapsiagaan bencana, sikap yang sangat baik meskipun beberapa responden ragu untuk memprioritaskan lansia selama evakuasi, dan perilaku yang sangat buruk, karena banyak yang belum pernah membantu lansia selama latihan, menyiapkan rute evakuasi yang ramah lansia, atau menyimpan kontak darurat dan perlengkapan bencana. Kesenjangan ini menyoroti kebutuhan akan kesadaran yang lebih besar dan kompetensi yang dapat diterapkan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan lansia.
Oleh karena itu, SCORP CIMSA UNEJ mengadakan kegiatan bertajuk ANTIDOTE (Awareness and Navigation for Timely Intervention in Disaster Outreach to Elderly) yang mencakup berbagai kegiatan, termasuk pre-activity training, seminar, simulasi bencana, siaran radio, dan kampanye media sosial.
Acara ANTIDOTE dimulai dengan pre-activity training mengenai ‘Disaster Risk Reduction’ yang dipimpin oleh Izzul Fikar Ramadhan (CHRT) dan sesi tentang ‘Human Rights-Based Approach’ yang dipimpin oleh Varel Albany Setyawan (HRT CIMSA UNEJ). Sesi ini telah dilaksanakan dengan sukses, dengan jumlah peserta melebihi target. Kami juga berhasil meningkatkan pengetahuan peserta hingga 15%.

Acara utama berupa seminar dan simulasi bencana yang berfokus pada gempa bumi dan banjir, diselenggarakan pada 9 November 2025. Seminar ini meningkatkan kesadaran dan memberikan strategi praktis untuk kesiapsiagaan bencana, khususnya dalam melindungi lansia sebagai kelompok rentan. Selain itu, acara ini menampilkan simulasi bencana yang memungkinkan peserta berlatih prosedur evakuasi dan tanggapan aman selama keadaan darurat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan komunitas, meningkatkan pemahaman tentang kesiapsiagaan yang berpusat pada lansia, dan mendorong tindakan bertanggung jawab dalam mengurangi risiko bencana. Untuk post-activity, kami mengadakan siaran radio tentang topik tersebut yang dipandu oleh Naila Asty sebagai anggota SCORP pada 14 November 2025. Terakhir, kampanye video dibuat dan dibagikan di Instagram CIMSA UNEJ untuk menjangkau target yang lebih luas. Secara keseluruhan, kegiatan ANTIDOTE berakhir dengan sukses, meninggalkan peserta yang lebih terinformasi dan lebih siap untuk mendukung kesiapsiagaan bencana yang berfokus pada lansia.