CIMSIGHT #56: BEYOND QURBAN: HUMANITY STARTS WITH US

Hari Raya Idul Adha sering kali identik dengan qurban, pembagian daging, dan suasana penuh kebersamaan. Namun dibalik itu semua, Idul Adha sebenarnya membawa pesan yang jauh lebih dalam tentang humanity, empathy, dan social solidarity.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualis, Idul Adha hadir sebagai pengingat bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Akan selalu ada orang-orang yang membutuhkan bantuan, perhatian, dukungan, bahkan sekadar untuk didengarkan. Karena itu, Idul Adha bukan hanya tentang bagaimana kita memberi, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar untuk peduli.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, kepercayaan, dan pengorbanan. Tetapi jika kita refleksikan lebih jauh, pengorbanan di sini bukan hanya soal materi. Pengorbanan juga bisa berarti meluangkan waktu untuk membantu orang lain, menahan ego demi kebaikan bersama, atau memilih untuk tetap memiliki empati di tengah dunia yang sering kali kurang peduli.

Nilai-nilai inilah yang membuat Idul Adha sangat relevan dengan semangat .

Sebagai standing committee yang bergerak di bidang human rights, peace, inclusivity, dan humanity, SCORP percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan kehidupan yang layak, rasa aman, dukungan sosial, dan kesempatan untuk diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk humanity sebenarnya dekat banget dengan kita. Sayangnya, masih banyak isu sosial yang sering tidak disadari keberadaannya. Masih ada masyarakat yang mengalami:

  • keterbatasan akses pangan,
  • kesenjangan sosial dan ekonomi,
  • kurangnya dukungan sosial,
  • diskriminasi,
  • hingga kelompok rentan yang sering kali terabaikan.

Di momen Idul Adha, pembagian daging qurban menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas sosial. Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap makanan bergizi atau kondisi hidup yang sejahtera. Karena itu, semangat berbagi dalam Idul Adha bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai medical students dan future healthcare professionals, kita juga belajar bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh penyakit atau pengobatan. Menurut , kondisi sosial seperti dukungan lingkungan, hubungan antarmanusia, keamanan, pendidikan, dan kondisi ekonomi juga memengaruhi kesehatan dan well-being seseorang.

Artinya, ketika kita membantu menciptakan lingkungan yang lebih suportif, inklusif, dan penuh empati, kita juga sedang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

That’s why humanity matters.

Karena dunia yang sehat bukan hanya dunia yang bebas penyakit, tetapi juga dunia yang penuh kepedulian.

Kadang kita berpikir bahwa membuat perubahan harus melalui aksi besar. Padahal kenyataannya, tindakan kecil juga bisa memberikan dampak besar bagi orang lain.

Humanity bisa dimulai dari: 

  • Membantu teman yang sedang kesulitan
  • Berbagi makanan dengan yang membutuhkan
  • Mendengarkan cerita seseorang tanpa menghakimi
  • Lebih aware terhadap kondisi sekitar
  • Menghargai perbedaan dan keberagaman
  • Menjadi support system bagi orang lain

Hal-hal sederhana seperti itu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi sebagian orang, itu bisa menjadi alasan mereka merasa didengar, dihargai, dan tidak sendirian.

Di era sekarang, di mana banyak orang lebih mudah merasa lelah, burnout, atau kehilangan dukungan sosial, keberadaan lingkungan yang suportif menjadi semakin penting. Humanity bukan hanya tentang rasa iba, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk hadir dan peduli terhadap orang lain.

Idul Adha mengingatkan kita bahwa kepedulian tidak seharusnya berhenti setelah hari raya selesai. Semangat berbagi dan membantu sesama seharusnya tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Karena pada akhirnya, humanity isn’t about how big your action is.
It’s about how sincere your care is.

Sebagai bagian dari CIMSA dan SCORP, kita membawa harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan penuh empati bagi semua orang. Bukan hanya sebagai mahasiswa kedokteran, tetapi juga sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan manusia lainnya.

So this Idul Adha, let’s go beyond qurban.
Let’s start creating impact through kindness, empathy, and humanity

“Small acts can create big impacts.”